Bagi pencinta petualangan, puasa bukanlah halangan untuk melakukan traveling. Mereka masih bisa melakukan aktivitas menyenangkan itu dengan baik meski harus menahan panas di siang hari, lapar, dan haus yang tidak tertahankan. Agar penjelajahan berjalan dengan lancar dan puasanya tetap kuat, para pelancong biasanya melakukan hal-hal berikut, sebagaimana yang dijelaskan dalam tips di bawah ini.

Anda juga ingin melakukan penjelajahan secara maksimal dan puasanya masih tetap full? Yuk, simak bersama-sama tips traveling-nya.

1. Sahur dengan Makanan Bernutrisi

Salah satu hambatan yang kerap dialami oleh pelancong adalah susahnya makan sahur. Kalaupun masih bisa menyantap makanan, nutrisinya tidak akan bisa maksimal. Akibatnya, saat siang hari, tubuh langsung lemas ketika menjelajahi destinasi wisata. Padahal, masih banyak tempat yang ingin dijelajahi hingga waktu berbuka tiba.

Saat sahur, usahakan menyantap makanan yang bergizi. Anda bisa menyiapkan susu dan kurma kalau tidak bisa mendapatkan nasi. Di beberapa kota, ada warung yang jual makanan selama 24 jam saat puasa. Anda bisa memilih makanan yang berprotein tinggi, mengandung karbohidrat seimbang, dan menghindari yang berminyak.

 

 

2. Menghindari Aktivitas Fisik yang Berlebihan

Saat puasa, Anda harus menghemat energi hingga waktu berbuka tiba. Untuk itu, hindari melakukan aktivitas fisik yang berlebihan. Lakukan perjalanan wisata dengan santai tanpa membuat tubuh merasa terbebani sehingga gampang capai.

Kalau Anda merasa sedikit lelah, berhentilah sejenak untuk istirahat. Kumpulkan energi perlahan-lahan agar tubuh tidak langsung drop dan puasanya jadi batal karena tidak kuat atau sakit. Bersenang-senang boleh, tapi jangan berlebihan agar kuat sampai Magrib.

3. Memilih Tempat Liburan yang Tepat

Ketika puasa, tubuh akan mengalami defisit kalori di siang hari sehingga energi yang diterima tubuh menjadi kecil. Kalau Anda tetap ingin melancong, pilih tempat yang tepat. Misal, menghindari destinasi wisata yang membutuhkan banyak jalan kaki dan pendakian sehingga energi mudah terkuras.

Pilih tempat wisata yang mudah dijangkau dengan angkutan umum. Kalaupun Anda harus berjalan kaki, jaraknya tidak akan jauh dari tempat parkir. Selanjutnya kalau kondisi tubuh tidak tahan dengan panasnya udara, pilihlah tempat wisata yang berada di dalam ruangan atau kompleks yang lebih nyaman, seperti taman hiburan.

4. Membuat Rencana Perjalanan yang Baik

Membuat rencana perjalanan yang baik akan memudahkan Anda dalam bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain. Misalnya, menetapkan destinasi mana saja yang searah dan hendak dituju dalam sehari. Tentunya, rencana tersebut bersifat fleksibel, masih bisa berubah jika memang Anda sudah terlalu lelah atau waktunya tidak memungkinkan.

Ketika menyusun rencana perjalanan atau itinerary, usahakan juga melakukan riset angkutan umum yang ada di kota tujuan. Dengan mengetahui jalurnya, Anda bisa memaksimalkan waktu dan lebih hemat ongkos.

5. Membawa Perlengkapan Ibadah

Bawa selalu perlengkapan ibadah saat melakukan perjalanan wisata. Begitu waktu salat tiba, Anda bisa melakukannya di mana saja dan tidak harus di dalam musala atau masjid. Misal sedang berada di tengah hutan, Anda cukup mencari lokasi yang lapang untuk melakukan salat atau ibadah lainnya.

Membawa perlengkapan ibadah juga membuat Anda tidak perlu antre saat salat di musala atau masjid. Lagi pula, tidak semua masjid memiliki banyak perlengkapan ibadah yang bisa dipinjamkan kepada musafir atau pelancong.

 

6. Memiliki Tiket Transportasi

Agar bisa melancong dengan aman dan nyaman, Anda harus mendapatkan tiket sejak jauh-jauh hari. Tiket pesawat, tiket kereta, hingga tiket bus kini bisa didapatkan secara online tanpa harus mendatangi agen. Dengan melakukan persiapan ini, penjelajahan di bulan Ramadhan pun berjalan dengan lancar.

Untuk memudahkan membeli tiket, Anda disarankan untuk mengikuti sistem keagenan dari AeroTicket saja. Mengapa harus menggunakan sistem ini? Karena AeroTicket adalah bisnis online travel yang tepercaya di Indonesia. Layanannya sudah beroperasi sejak tahun 2011 dan akan terus berkembang hingga sekarang.

AeroTicket bisa digunakan untuk menjual tiket pesawat, tiket kereta api, reservasi hotel, paket tur, token listrik, voucer pulsa, dan voucer game online. AeroTicket itu mudah dan fleksibel. Pengguna bisa dengan mudah mengoperasikan aplikasi saat ada pembeli. Selain itu, tidak ada keharusan memiliki tempat dan badan hukum. Cukup dari ponsel, Anda bisa memulai bisnis online.

AeroTicket juga lengkap dan menguntungkan. Banyak produk yang dijual dalam satu aplikasi dan memberikan penghasilan tambahan kepada penggunanya. Jadi, daripada kebingungan beli tiket untuk aneka kebutuhan, kenapa tidak bergabung dengan AeroTicket saja? Selain bisa digunakan untuk berbisnis, Anda bisa membeli aneka tiket sesuka hati dengan cepat dan kapan saja.

7. Ngabuburit di Lokasi Wisata

Mumpung berada di kota lain, kenapa tidak ngabuburit saja saat sore. Datangi beberapa lokasi keramaian di beberapa kota, semisal alun-alun atau jalan besarnya. Saat ngabuburit tiba, akan ada banyak kawasan kuliner dadakan yang menjual aneka makanan khas daerah, mulai dari es, kudapan manis, hingga makanan untuk berbuka puasa.

Daripada Anda pusing mencari takjil dan makanan untuk berbuka, lebih baik datang ke kawasan kuliner. Datang ke sini satu jam sebelum berbuka untuk jalan-jalan, memilih makanan, dan tentu saja berburu foto. Tempat ngabuburit memiliki banyak titik menarik yang bisa diabadikan dengan kamera. Kosongkan memori kamera atau ponsel, ya!

 

Itulah beberapa tips traveling yang bisa Anda lakukan saat menjalankan puasa. Semoga apa yang tertulis di atas bisa Anda gunakan untuk menyusun rencana liburan saat puasa. Selamat melancong!