Berpuasa selama bulan Ramadhan merupakan salah satu kewajiban yang harus dipatuhi oleh setiap kaum muslimin yang telah terkena hukum (mukalaf) dan tidak memiliki uzur. Dengannya, kaum muslimin diharuskan menahan diri dari makan dan minum sejak waktu subuh hingga magrib. Kaum muslimin pun harus meninggalkan perbuatan-perbuatan yang dapat membatalkan ataupun merusak nilai puasanya.

 

Kurma dan Air, Menu Andalan Saat Berpuasa

Sebagai ibadah kaum muslimin, tata cara berpuasa telah diajarkan oleh Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam. Tata cara yang diajarkan bukan hanya meliputi perintah dan larangan, tetapi juga anjuran-anjuran yang dapat menyempurnakan ibadah puasa. Di antara anjuran yang diajarkan juga meliputi menu untuk sahur dan berbuka.

Diriwayatkan dalam hadis yang sahih, bahwasanya Nabi Muhammad berbuka menggunakan kurma muda (ruthab). Apabila tidak ada, beliau berbuka menggunakan kurma yang masak (tamr). Jika masih tidak ada juga, beliau pun berbuka menggunakan air. Adapun, untuk sahur, terdapat pula riwayat sahih yang menceritakan bahwa Umar bin Khaththab—salah satu sahabat nabi yang dijamin masuk surga—sahur menggunakan beberapa butir kurma.

Dilihat dari sisi kacamata kesehatan, sahur dan buka menggunakan kurma memang sangat bermanfaat bagi orang yang berpuasa. Sebagaimana pada umumnya buah, kurma memiliki kandungan gula dari jenis fruktosa. Gula jenis ini tidak memerlukan hormon insulin untuk dapat diserap oleh tubuh sehingga relatif aman bagi penderita diabetes. Di samping itu, kadar fruktosa kurma yang tinggi memberikan cadangan energi yang cukup. Seseorang yang sahur menggunakan kurma pun merasa kenyang lebih lama.

Sebagai menu berbuka, kandungan fruktosa pada kurma dapat cepat mengisi energi orang yang telah seharian buasa. Penyerapan gula fruktosa tidaklah membahayakan tingkat gula darah sehingga tidak membuat pengonsumsinya lemas ataupun pusing karena lonjakan gula darah yang tiba-tiba.

Selain itu, kurma juga memiliki kandungan serat dan mineral yang sangat tinggi. Serat akan memperlancar sistem pencernaan dan mineral membuat Anda tidak cepat haus saat berpuasa. Demikian pula saat berbuka, kurma dapat segera memulihkan kebutuhan mineral di dalam tubuh Anda. Untuk itulah, ketika tidak ada kurma, Anda dianjurkan untuk berbuka menggunakan air.

Selain Kurma dan Air, Menu Ini Juga Bisa Anda Konsumsi

Meski telah seharian tidak makan, janganlah terburu-buru untuk makan besar ketika berpuasa. Setelah berbuka dengan kurma atau air, tunaikanlah terlebih dahulu kewajiban salat magrib.

Terburu-buru melakukan makan besar yang mengandung karbohidrat/glukosa setelah berpuasa dapat menciptakan lonjakan gula darah yang drastis. Hal ini dapat menimbulkan rasa lemas, mengantuk, serta lalai terhadap kewajiban. Sebelum makan besar, berilah kesempatan bagi tubuh Anda untuk melakukan transisi setelah berpuasa.

Selanjutnya, setelah masa transisi, Anda bisa mulai makan besar dengan komposisi menu yang seimbang. Perbanyaklah konsumsi sayur dan buah untuk memenuhi kebutuhan serat di dalam tubuh. Makanan dengan kadar mineral, magnesium, dan zat besi tinggi juga sangat dianjurkan dikonsumsi oleh orang-orang yang berpuasa. Ketika sahur, makanan berprotein tinggi juga dapat dikonsumsi karena memberikan rasa kenyang yang cukup lama.

Untuk sahur, janganlah terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung gula buatan atau gula berjenis glukosa dan maltosa. Pasalnya, ketiga asupan ini cepat membakar energi di dalam tubuh sehingga Anda akan merasa cepat lapar. Gantilah asupan gula Anda dengan sumber-sumber gula alami dari buah.

Selain itu, hindarilah mengonsumsi banyak lemak, seperti gorengan dan kafein, saat sahur.  Lemak tidaklah membuat Anda lebih tahan lapar, melainkan berpotensi menambah tumpukan lemak pada tubuh. Di samping itu, lemak juga dapat membuat Anda cepat merasa haus. Demikian juga dengan kafein. Kafein akan mempercepat pengeluaran air dari tubuh Anda sehingga bisa cadangan cairan di dalam tubuh pun cepat berkurang.

Adapun, sebagai rekomendasi menu, sayur-sayur berkuah bening merupakan menu sahur yang memenuhi berbagai kriteria di atas. Anda dapat memvariasikan hindangan berkuah seperti sayur bayam, sup ayam, sup daging, semur daging, sayur daun katuk, sup oyong, sup labu siam, dan sebagainya.

 

Anda juga bisa menyiapkan pepes ikan, pepes tahu, tahu/tempe bacem, sarden, rendang, dan lain-lain. Aneka menu tumis pun dapat turut menyemarakkan acara makan malam dan sahur keluarga Anda. Pastikan saja Anda tidak menggunakan minyak ataupun cabai yang terlalu banyak.

Kepiawaian Anda merencanakan dan memasak menu sahur serta berbuka puasa yang sehat ternyata juga bisa menjadi peluang usaha online yang bagus. Terlebih, jika Anda tinggal di kota besar yang sibuk, banyak kaum muslimin yang tidak sempat memasak menu sahur maupun berbuka. Kebutuhan akan menu sehat selama berpuasa di bulan Ramadhan pun membuka pasar yang bagus untuk usaha Anda di bidang kuliner.

Selain di bidang kuliner, momen Ramadhan juga membuka peluang usaha online di bidang transportasi. Pasalnya, tradisi mudik di akhir Ramadhan sudah begitu mengakar bagi masyarakat Indonesia. Untuk itu, Anda bisa bergabung dengan sistem keagenan AeroTicket dan memperoleh komisi atas penjualan tiket pesawat maupun kereta api.

Bukan hanya itu, masih banyak produk dan jasa yang dapat ditawarkan oleh para agen AeroTicket, seperti pulsa, pembayaran angsuran BPJS, pembayaran listrik/token PLN, dan sebagainya.

Sesuai dengan slogan AeroTicket—Mudah, Fleksibel, Lengkap, Menguntungkan—para agen akan memperoleh aplikasi yang mudah digunakan oleh siapa saja. Agen juga dapat menjalankan bisnisnya di mana saja, tanpa terikat kewajiban deposit minimal, dan tanpa target minimal penjualan. Menarik, ‘kan? Mau melewatkan peluang usaha online ini?