Pada bulan Desember di akhir tahun 2016 yang lalu, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengadakan Jumpa Pers Akhir Tahun di Balairung Soesilo Soedarman, kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta. Pada kesempatan tersebut, selain evaluasi kerja, Menpar Arief Yahya juga menyampaikan program kerja di tahun 2017 dan target kunjungan.

Salah satu dari 3 program yang disampaikan adalah upaya percepatan pembangunan, untuk 10 destinasi prioritas. Penyerapan anggaran akan dialokasikan pada pembangunan infrastruktur akomodasi dan transportasi udara, yang diharapkan menarik minat wisatawan untuk mendatanginya. Kira-kira apa sajakah 10 tempat tersebut? Mari simak daftar di bawah ini.

Danau Toba

Danau Toba di Sumatera Utara menjadi unik karena proses terciptanya. Konon, danau ini terbentuk dari letusan gunung berapi, puluhan ribu tahun lalu. Saking dahsyatnya letusan tersebut, yang tersisa hanyalah kawah yang membentuk Danau Toba dan sisa puncaknya yang menjadi Pulau Samosir. Ukuran danau yang begitu besar (dengan panjang 100 km dan lebar 30 km), dan keberadaan sebuah pulau di tengahnya menjadi pesona utama obyek wisata ini.

Di Pulau Samosir, Anda dapat melihat sisa-sisa peninggalan jaman Megalitikum dari berbagai perkakas yang terbuat dari batu; mulai dari kursi, meja, hingga kuburan leluhur. Selain pesona pulau tersebut, ada banyak panorama cantik yang dapat Anda nikmati seperti tebing, air terjun, dan pemandangan lembah dari atas bukit-bukit yang mengelilingi Danau Toba.

Tanjung Kelayang

Pulau Belitung menyimpan berbagai pesona alam, salah satunya Tanjung Kelayang. Kata Kelayang sendiri berasal dari jenis burung yang banyak dijumpai di daerah tersebut dan nama Tanjung Kelayang merujuk pada gugusan pulau berbebatuan granit yang membentuk wujud burung.

Kecantikan pantai di Belitung ini hadir dalam butiran pasir putih yang menyelimuti tepian laut, serta batuan granit berukuran besar di atasnya. Adanya batuan granit di garis pantai bukan hal yang umum ditemukan pada pantai-pantai di Indonesia, karena itu keberadaannya menjadi daya tarik Belitung. Saat ini, pembangunan infrastruktur di Tanjung Kelayang menjadi yang tercepat di antara 4 kawasan ekonomi khusus (KEK) pariwisata lainnya (Tanjung Lesung- Banten, Mandalika – NTB, dan Morotai – Maluku Utara).

Kepulauan Seribu

Bukan, Kepulauan Seribu tidak memiliki seribu pulau, namun gugusan pulau yang sangat banyak (sebanyak 342 pulau) membuatnya menyandang julukan tersebut, sebagaimana Lawang Sewu (yang berarti seribu pintu) mendapatkan namanya. Tidak semua pulau di kawasan Utara lepas pantai Jakarta ini dihuni oleh manusia, hanya 11 pulau yang secara resmi dihuni. Selain itu, ada pula pulau-pulau wisata seperti Pulau Onrust, Pulau Bidadari, Pulau Sepa, dan sebagainya.

Untuk mencapai pulau-pulau ini, Anda dapat menggunakan speed boat dari Marina Ancol ataupun kapal dari kawasan Muara Karang, dan yang paling baru, dari Pelabuhan Sunda Kelapa. Berbagai operator menyediakan paket-paket wisata dengan variasi harga dan aktivitas yang dapat dipilih, sesuai budget Anda.

Tanjung Lesung

Warga Jawa Barat dan Jakarta tak perlu jauh-jauh ke Bali untuk menikmati keindahan pantai seperti Nusa Dua, Bali, karena Tanjung Lesung yang berada di Banten ini pun menawarkan keindahan yang menandinginya. Berbagai permainan olahraga air dapat Anda lakukan di sini, atau bila senang fotografi, maka Anda akan menemukan berbagai hunting spot indah yang menunggu untuk diabadikan.

Proses pembangunan infrastruktur yang masif, mulai dari pembangunan tol, pembebasan lahan, hingga pembanguan ribuan homestay telah menjadi agenda dan sedang dilaksanakan, namun satu hal yang paling menarik adalah rencana pengaktifan kembali jalur kereta api ke kawasan ini. Dibandingkan dengan kondisi jalanan berkelok dan naik – turun saat ini, menikmati perjalanan menggunakan kereta tentu akan lebih menyenangkan, bukan?

Borobudur

Bagaimana masyarakat pada abad ke-8 dapat membuat candi Buddha terbesar di dunia? Pesona Borobudur tak lekang oleh waktu, walau sebelumnya sempat terkubur selama berabad-abad, candi ini kemudian ditemukan kembali atas perintah ekskavasi oleh Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jendral Hindia Belanda di awal abad ke-19. Untuk mengunjungi candi yang menyimpan romantisisme kejayaan dinasti Syailendra masa lalu ini, Anda bisa mengikuti tur ataupun berkendara sejauh 40 km dari kota Yogyakarta. Jangan lupa untuk datang sepagi mungkin untuk melihat pemandangan matahari terbit yang amat cantik.

Bromo, Tengger, Semeru

Keindahan Gunung Bromo dengan kaldera pasirnya pernah ditangkap oleh sutradara Nan Achnas melalui film berjudul “Pasir Berbisik”, yang dibintangi Christine Hakim dan Dian Sastrowardoyo pada tahun 2001. Daya tarik Bromo tak berhenti di situ, pemandangan matahari terbit yang menyuguhkan pesona perbukitan di sekitarnya dan Gunung Semeru yang diselimuti kabut, menjadi incaran fotografer lanskap yang datang ke tempat ini.

Hal lain yang sayang untuk dilewatkan seketika sampai ke sini adalah pemandangan pinggir kawah serta upacara adat Kasodo yang dilakukan masyarakat Suku Tengger, setahun sekali, untuk memohon panen berlimpah dan tolak bala dengan cara mempersembahkan sesaji yang dilemparkan ke kawah Gunung Bromo.

Mandalika

Berlokasi di Selatan Pulau Lombok dan menghadap langsung ke Samudera Hindia, Mandalika menjadi salah satu primadona pariwisata Nusa Tenggara Barat dan saat ini sedang mengalami facelift besar-besaran dengan pembangunan kawasan resort berskala internasional.

Nama Mandalika berasal dari legenda Putri Mandalika yang menceburkan dirinya ke laut dan berubah menjadi nyale (cacing laut), untuk mencegah pertumpahan darah antar pangeran yang ingin mempersuntingnya. Sejak saat itu, Upacara Adat “Bau Nyale” atau upacara menangkap nyale menjadi tradisi turun-temurun Suku Sasak yang dilakukan setiap tahun dan bernilai sakral.

Wakatobi

Taman Nasional Wakatobi yang terdiri dari empat pulau (Wangi-Wangi, Kaleidupia, Tomia, dan Binongko) sudah sejak lama menjadi destinasi andalan untuk olahraga selam. Bagaimana tidak? Keanekaragaman hayati yang dimiliki taman nasional seluas 1,39 juta hektar ini, salah satunya adalah keberadaan 750 dari 850 spesies koral di dunia sehingga tidak heran apabila sangat indah. Selain kekayaan bawah laut, Wakatobi juga memiliki pantai-pantai indah yang dapat dikunjungi wisatawan.

Pulau Morotai

Untuk mencapai Morotai, Anda dapat menempuh jalur udara dari Ternate ataupun menyewa kapal dari Tobelo. Keindahan Pulau Morotai tidak salah untuk disebut sebagai surga kecil tersembunyi di Maluku Utara. Selain alamnya yang permai, Morotai menyimpan keindahan bawah laut bernilai sejarah, yang tentunya dicintai pelaku olahraga selam. Namun jangan lupa untuk minimal mendapatkan lisensi Advanced Open Water terlebih dahulu sebelum menyelam di lebih dari 20 titik di kawasan ini, karena banyak obyek menarik yang baru dapat Anda lihat di bawah kedalaman 20 meter.

Labuan Bajo

Sebelum menjadi ibu kota Kabupaten Manggarai Barat, Labuan Bajo adalah desa kecil yang dihuni oleh nelayan. Labuan Bajo menjadi pintu masuk untuk berbagai petualangan alam yang dapat Anda kunjungi — perbukitan, pulau-pulau, dan perairan yang mengelilinginya. Setelah sampai di Labuan Bajo, jangan lupa untuk berkunjung ke 2 destinasi wajib seperti Taman Nasional Komodo serta Pink Beach.

 

Dari 10 destinasi wisata tersebut, manakah yang paling ingin Anda kunjungi? Rencanakan perjalanan Anda di tahun ini dan jangan lupa untuk cek paket wisata di agen AeroTicket terdekat. Segera pesan tiket perjalanan Anda melalui agen kami atau hubungi support kami di reservation [at]aeroticket.co.id dan (021) 7205788.